Bagaimana cara menghadapi 2 anak kembar yang beda sifatnya?


Dua anak yang dilahirkan sebagai anak kembar, sifatnya belum tentu sama. Walaupun anak kembar, sifat-nya pun bisa berbeda. Ada suatu kondisi dimana adiknya harus dibantu / “dimarahi” untuk bisa menyelesaikan pelajaran dan hasilnya memang bisa, tapi kakaknya kalo ditekan malah jadi error. Bagaimana supaya kakaknya ini bisa menyelesaikan pelajaran-nya, tanpa ditekan ?

Setiap anak dilahirkan dengan sifat & bakat yang berbeda. Keinginan mereka pun berbeda, walaupun di lahirkan sebagai anak kembar. Sehingga memperlakukan kedua anak dengan cara yang sama persis akan menimbulkan ketidak-adilan, karena persepsi setiap anak supaya merasa disayang oleh orang tua-nya berbeda-beda.

Secara umum, memarahi anak untuk bersedia melakukan sesuatu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Karena akan menimbulkan luka batin atau sakit hati yang terpendam & akan untuk beberapa anak ada yang bisa meledak di kemudian hari, dalam bentuk sikap melawan orang tua. Hal ini biasanya terlihat sekitar mulai kelas 4SD. Sehingga walau adik lebih mudah untuk dimarahi supaya menurut orang tua, tetap ada resiko emosi negative terpendam & ketergantungan atas kemarahan dari orang tua supaya bersedia melakukan sesuatu.

Untuk kakak yang kalau di tekan malah jadi error, memarahinya adalah hal yang sebaiknya dihindari. Untuk kasus tidak mau belajar, secara umum yang bisa dilakukan terlebih dulu adalah menggali di dalam hati anak, perasaan apa yang dia rasakan sehingga tidak mau belajar?

Perasaan yang membuat tidak mau belajar bisa jadi karena hal yang berhubungan maupun tidak berhubungan dengan pelajaran. Yang tidak berhubungan misalnya merasa dipilih kasih oleh orang tua dengan adik, ada masalah di sekolah, merasa ngantuk, merasa lapar, dan berbagai keluhan perasaan lainnya. Berbagai hal ini bisa di atasi terlebih dahulu untuk membuat anak merasa lebih nyaman belajar.

Sedangkan berbagai perasaan yang membuat tidak mau belajar yang berhubungan dengan pelajaran contohnya adalah tidak suka dengan pelajaran, gurunya galak, tidak mengerti pelajarannya, tidak tahu tujuan belajar, ada trauma yang berhubungan dengan pelajaran, dan lainnya. Berbagai hal ini bisa di atasi terlebih dahulu untuk membuat anak merasa lebih nyaman belajar.

Sebagai contoh, sendainya anak merasa dipilih kasih, sehingga ada kesedihan terpendam, yang menyebabkannya sulit konsentrasi untuk belajar, orang tua bisa membantu anak untuk merasa di dalam hatinya bahwa orang tua-nya sayang kepada-nya apa ada-nya. Seandainya anak merasa trauma dengan pelajaran tertentu karena pernah nilai-nya jelek & lalu dimarahi oleh orang tua, orang tua bisa minta maaf atas kemarahan waktu itu, yang kemungkinan masih belum hilang luka batin atau sakit hati-nya di dalam hati anak, sehingga anak akan lebih mudah berkonsentrasi untuk belajar. Lalu tinggal mempraktekkan teknik2 menjadi orang tua yang lebih baik.

Semoga Membantu.

Syahriar Rizza
Terapis Hati

Perihal Syahriar Rizza
Terapis Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: