Bagaimana cara mengatasi dampak buruk dari pembantu terhadap anak yang kedua orang tua-nya bekerja?


Ketika kedua orang tua bekerja, anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan pembantu. Dampak yang terlihat sekarang, adalah perkataan dan perilaku menjadi agak kasar. Bagaimana cara mengontrol & mengatasinya?

Idealnya memang Ibu mengurus anak di rumah & Bapak berkerja untuk mencari nafkah. Tapi saya tahu buat kebanyakan orang tua, bukan hal ini yang ingin di dengar, karena dengan perkembangan zaman, sudah sangat umum terjadi di Indonesia bahwa kedua orang tua bekerja & anak di urus oleh pembantu di rumah. Sehingga perlu ada pendekatan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang di tanyakan di atas, seandainya kedua orang tua tetap butuh untuk bekerja.

Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah memastikan, apakah memang anak jadi kasar karena pembantu? Ataukah karena hal lainnya seperti tontonan, TV, teman sekolah, teman tetangga, anggota keluarga seperti paman tante kakek nenek dan lainnya? Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu memasang kamera pengintai di tempat tersembunyi. Karena beberapa perilaku pembantu bisa berbeda ketika hanya bersama anak atau ketika bersama dengan orang tua dari si anak.

Jika sudah pasti karena pembantu anak menjadi kasar seperti itu, pilihannya adalah membawa pembantu ke Terapis yang berpengalaman supaya bisa berubah, atau langsung pecat. Nasehat dan saran dari orang tua anak kepada pembantu sulit dipraktekkan oleh pembantu jika dia sudah biasa berbicara seperti itu sejak lama.

Setelah masalah pembantu teratasi, orang tua bisa lebih sering berbicara empat mata dengan anak, berbicara dari hati ke hati. Kemudian saat di kantor, lebih sering telpon anak, bukan sekedar untuk menanyakan sekolah, tapi menyampaikan kata2 penuh perasaan misalnya Mama kangen sama anak saat sedang bekerja di kantor.

Ketika anak sudah merasa dekat dengan orang tua, akan lebih mudah untuk anak bisa lebih terbuka dengan orang tua-nya. Baru kemudian orang tua bisa bertanya hal2 seperti, “Mama tahu kamu anak yang baik. Tapi kadang2 Mama dengan kamu bicara dengan nada atau kata2 yang kurang baik. Dengar dari siapa? Dari pembantu, TV, teman, guru? Mama janji nggak akan marah. Mama pengen tahu saja, soalnya Mama tahu kamu anak yang baik.” Sehingga bisa lebih tahu kondisi anak. Lalu tinggal mempraktekkan teknik2 menjadi orang tua yang lebih baik.

Bagaimana dengan urusan pembantu pengasuh anak? Pastikan untuk menyeleksi pembantu dengan tepat, karena akan sangat mempengaruhi perkembangan mental & jiwa anak. Lebih baik lagi jika pembantu sudah mendapatkan training tentang cara mengasuh anak. Jadi bukan sekedar pembantu, tapi trained babysitter. Sehingga orang tua merasa aman bahwa anak-nya di asuh oleh seseorang yang bisa dipercaya.

Semoga Membantu.

Syahriar Rizza
Terapis Hati

Perihal Syahriar Rizza
Terapis Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: